Dia
Bersamanya hati jadi lapang…..
Di dekatnya ketenangan menjalar
Kesedihan yang meriak-riak seketika pudar
Hanya saat-saat bersamanya aku tenang
Dia yang hilangkan gundahku
Dia yang hapuskan cemasku
Dia pula yang terbitkan senyumku
Dia yang bahagiakan hidupku di dekatnya
Hanya ketika bersamanya,
Pagi siang sore dan malamku jadi berarti
Tak ada yang paling kusyukuri selain anugrah mengenalnya
Rabb, terima kasih untuk semua yang kudapati dalam hidupku
Terima kasih atas keberuntunganku mengenalMu…
Esok tak selalu datang
Dulu, yang ada di pikiranku tak ada hal yang pasti. Entah apa yang akan terjadi dengan hidupku, asal kalian tahu aku adalah anak muda yang tak punya cita-cita. Yang memandang hidup apa adanya, let it flow following the current. But it doesn’t mean that I have no willing to make something different lho. Keinginan itu ada, bahkan selalu terpikir, hanya saja aku belum sempat terpikir akan berbuat apa. Pemikiran-pemikiran jenius pernah terlintas, tapi hanya selintas. Belum sempat kucatat di memoriku, sudah hilang semua…pergi entah kemana, hmmm….aku yang payah!.
Sekarang saja aku bolos kuliah berhari-hari, padahal tak ada sedikitpun kesibukan yang bisa kubuat menjadi sebuah pembenaran. Wah benar-benar payah!!
Tapi setidaknya aku masih punya keyakinan meski sedikit, aku masih bisa mengejar ketinggalan meski entah kapan, aku yakin dengan hal itu. Nah, itu artinya aku masih punya sedikit semangat hidup dan berkarya. Masalah kapan, itu lain soal.
Keseharian yang menjemukan. Bangun pagi, kuliah, pulang sore, capek, tidur sebentar…tiba-tiba saja malam datang, berkutat sebentar di depan komputer dengan hal yang tidak penting dan banyak waktu berharga yang terbunuh. Niat untuk belajar terlindas rasa kantuk, pada akhirnya semua hanya tinggal niat. Begitu dan begitu lagi.
Padahal aku terkadang merasa begitu tertindas melihat kemajuan orang lain, lalu semangat untuk sebuah perbaikan pun muncul lagi dan membakarku untuk beberapa hari saja. Setelah rasa gelisah itu hilang, gubrak!! Kemalasan selamat datang kembali…
Jika perasaanku mulai resah, maka aku akan selalu dan selalu berpikir, “ok! Mulai besok aku akan lebih serius” begitu pun pada keesokan harinya. Bagiku selalu ada hari esok, meski yang kulakukan pada hari esok adalah hal yang sama dengan hari kemarin juga. Masih banyak waktu, pikirku…
Hingga suatu pagi datang dengan begitu tergesa-gesa memburuku untuk pergi ke kampus. Pagi itu aku terlambat bangun, shalat shubuh pun secepat kilat, entah benar atau tidak itu bacaannya. “wah telat euy, naiknya di holis aja..” pikirku saat di dalam angkot. Sambil jalan, kupikir-pikir lagi barang-barang yang harus kubawa hari itu apakah terbawa, atau ada yang tertinggal. Ketika menyeberang jalan, aku baru ingat ternyata ada sesuatu yang terting......TIDIT!!.............................gal...
Dan semuanya tiba-tiba gelap, tak bersuara, hening....
Tok!tok!tok!
“Ni! bangun Ni, nggak sholat shubuh? Nggak kuliah? Udah jam setengah enam nih...” suara mama yang membangunkan tidurku yang lelap terdengar sayup-sayup menjauh, dan makin jauh meninggalkanku tak bergerak. Akh....beruntung sekali semuanya berakhir dengan suara ketukan pintu di pagi hari pertanda Tuhan masih memperingatiku hanya lewat mimpi. Tapi, apa yang terjadi kalau hal itu sungguh-sungguh terjadi? Kalau saja pagi ini aku tak lagi bisa terbangun.
Mungkin hanya penyesalan yang sangat terlambat untuk menyadari bahwa waktu sungguh-sungguh tak akan pernah kembali. Masa depan tak dapat menunggu. Lakukan sekarang atau menyesal.
Dan ternyata sumber dari segala kebingungan dan kegamangan itu hadir dari diriku sendiri, karena kurang bersyukur, kurang mengingat Tuhan dan lupa berterimakasih....
Akhir seperti apa yang akan menghampiri kita, kita tak akan pernah tahu. Jadi, jangan menunggu hingga esok, karena hari esok tak selamanya datang menghampiri kita. Hidup bukan melulu berharap, tapi bagaimana menjadikan harapan itu nyata dengan usaha.
Friday night, May 12, 2006
11.52 pm
It’s nearly midnight up here, I don’t know why but I can’t fall asleep. Although both my body and mind were tired almost exhausted, I just can’t close my eyes. Just like usually when dark comes thru the night many thing comes haunting my mind, struggling in my head, worrying, annoying, sometimes could make me crying. It does humanize if we can’t be relieve when we have a sin just done even if it’s not in purpose, moreover if it did. Anyway there is no end if we talk about sin. Who don’t have any.
Well what I’m thinking of tonight is that…..em.. I’m just wondering what if when I wake up tomorrow I found my self in other’s body, may be it will be a big time luck if the live of the body’s owner were match with what I wish to be mine. All I want, all I need, even what I don’t really need will be served for me anytime. Wherever I step on my foot there will be a place of joy that will give me nothing but pleasure. Haha…how naïve isn’t it.
Well once again it just my thought, nothing to be considered. Just a sudden thing pump up on my mind, it is good to have a dream, as wild as you can. The more you have a dream the more you have a hope and that what makes you alive. The thing is that you must be your self to know what you really want, not what you should want. Sometimes we don’t know that we were just following the other. Like what other like, and slowly lose our self. And when we couldn’t reach they have, we well regret our self and have no confidence to be around which is not healthy for the soul.
So I guest I just need to know who I really am. The real me, with my own smile, my own aim, my own way. That would be my main homework, will I be my self or stuck on influence of the other and keep being a follower….
Bandung, herni(20) no way to sleep, hoping a new light for tomorrow. Brighter and shiner.